Peran Basidiomycota

1.  Peran Basidiomycota yang menguntungkan
Dewasa ini budidaya jamur (Mushrooming the mushroom) yang dapat dikonsumsi telah banyak dilakukan orang yaitu dengan menggunakan limbah pertanian sebagai media tumbuhnya. Budidaya jamur yang dapat dimakan (edible mushroom) merupakan salah satu cara mengatasi kekurangan pangan dan gizi serta menganekaragamkan pola komsumsi pangan rakyat (John Willey&Sons Inc, 1996: 510). Berikut contoh basidiomycota yang menguntungkan :

video
Sumber : www.Agromedia.net
a. Beberapa contoh  basidiomycota sebagai bahan makanan dan obat (edible mushroom)

  •     Jamur tiram atau hiratake (Pleurotus sp.), sebagai bahan dasar masakan dan      makanan ringan. Sumber protein nabati yang tidak mengandung kolesterol dan mencegah timbulnya penyakit darah tinggi dan jantung, mengurangi berat badan dan diabetes. Kandungan asam folatnya (vit. B-komplek) tinggi dan dapat menyembuhkan anemia dan obat anti tumor, mencegah dan menanggulangi kekurangan gizi dan pengobatan kekurangan zat besi.
     
    Contoh kegunaan:


  •  Jamur kancing atau champignon (Agaricus bisporus), Jamur kancing segar bebas lemak, bebas sodium, serta kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium. Jamur kancing juga rendah kalori, 5 buah jamur ukuran sedang sama dengan 20 kalori. Selain sebagai sumber protein nabati, juga dapat mengurangi resiko penyumbatan pembuluh darah koroner pada penderita penyakit hipertensi dan jantung akibat kolesterol. Jamur ini juga dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik dan formula obat penghalus kulit.
    Jamur kancing dimasak utuh atau dipotong-potong lebih dulu. Jamur kancing cepat berubah warna menjadi kecoklatan dan hilang aromanya setelah dipotong dan dibiarkan di udara terbuka. Jamur kancing segar sebaiknya cepat dimasak selagi masih belum berubah warna.
    Contoh kegunaan:


  • Jamur merang (Volvariella volvaceae) Sebagai bahan dasar masakan dan makanan ringan. Kandungan antibiotiknya berguna untuk pencegahan penyakit anemia, menurunkan darah tinggi dan pencegahan penyakit kanker. Eritadenin dalam jamur merang dikenal sebagai penawar racun.
    Contoh kegunaan:
  • Jamur kuping (Auricularia auricular), Jamur yang banyak dipakai untuk masakan . Dapat dibuat sebagai sari buah dan jamur kuping, kuah jamur kuping,dsb. Lendir yang terkandung di dalamnya berkhasiat untuk menetralkan senyawa berbahaya (beracun) yang terdapat di dalam bahan makanan, membuat sirkulasi darah lebih bebas bergerak dalam pembuluh jantung, dan di Inggris digunakan sebagai obat sakit tenggorokan. Jamur kuping bisa mengurangi dahak, memperkuat energi bermanfaat bagi kecerdasan, menghilangkan kekeringan mengkuatkan tubuh, menyuburkan rambut, melancarkan darah, merawat lambung, dan yang lebih penting dapat menyapu bersih aneka macam sampah beracun di dalam tubuh anda. Contoh kegunaan:
                  
 Dari 80 spesies Ganoderma di dunia yang telah diketahui berkhasiat obat, hanya spesies Ganoderma lucidum yang paling banyak dan populer digunakan sebagai obat karena mengandung bahan aktif berupa germanium organik hingga mencapai 2000 ppm dan polisakarida.
Kedua zat (Germanium organik dan polisakarida) aktif dan kombinasinya hanya ditemukan pada jamur Ling-zhi. Germanium organik (GE+32) merupakan unsur kimia yang dapat larut dalam air, memiliki sifat semi konduktor netral dan mudah bersatu dengan elektron dan substansi lain. GE juga termasuk semacam oksida sekui (bentuk dari suatu kombinasi oksida) yang memungkinkan logam berat dalam tubuh diikat dan dikeluarkan dalam waktu 20 jam. Kandungan germanium organik pada Ling-zhi antara 800-2000 ppm, berarti lebih tinggidibandingkan ginseng (GE hanya 250-320 ppm) yang selama ini populer di masyarakat sebagai obat unggul.

Ling zhi memiliki sifat rasa pedas, pahit, dan hangat. Mengonsumsi ramuan dari ling zhi memiliki efek bersifat melindungi organ tubuh, membangun (constructive), mengobati, dan berdampak positif terhadap penyembuhan organ lain yang sakit. Sejauh ini belum pernah ditemukan efek negatif yang ditimbulkan setelah mengonsumsi ramuan ling zhi.
   Contoh kegunaan :
        


o    Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
o  Menjaga dan mempertahankan vitalitas tubuh sehingga tetap sehat dan bugar
o    Meningkatkan dan memelihara proses metabolism tubuh
o    Membersihkan senyawa-senyawa yang bersifat toksin dari dalam tubuh
o    Menurunkan kandungan gula dan kolesterol dalam darah
o    GeOmemperkuat kerja jantung.
o   Herbal anti-diabetes, anti-hipertensi, anti-alergi, antioksidan, anti-[inflamasi], anti-hepatitis, analgesik, anti-HIV, serta perlindungan terhadap liver, ginjal, hemoroid atau wasir, anti-tumor, dan sistem imunitas (kekebalan tubuh).
  • Jamur shiitake (Lentinus edodes), jamur ini biasa digunakan sebagai bahan makanan. Spora Shiitake dikenal dapat meredakan efek serangan influenza, menghambat pertumbuhan sel kanker, leukemia dan rheumatik. Enzim-enzim yang terkandung di dalam jamur dapat memproduksi asam amino tertentu yang mampu mengurangi kadar kolesterol dan menurunkan tekanan darah, dapat menghambat pertumbuhan sel virus, dan lain-lain.
  • Jamur enokitake (Flammulina velutipes), dikenal juga sebagai jamur musim dingin (winter mushroom)
  • Jamur maitake (Grifola frondosa), mengeluarkan aroma harum kalau dimasak, dikenal dalam bahasa Inggris sebagai hen of the woods.
  • Jamur matsutake (Tricholoma matsutake), jamur langka yang belum berhasil dibudidayakan dan diburu di hutan pinus wilayah beriklim sejuk.(M Kobori, M Yoshida, M Ohnishi-Kameyama, dan H Shinmoto, 2010 :1)
Karena banyak manfaatnya, jenis-jenis jamur diatas banyak dibudidayakan. Beberapa keuntungan budidaya jamur yaitu :
  1. Melalui pemanfaatan bahan-bahan limbah di sekitar kita akan menjadikan lingkungan kita bersih, indah dan sehat.
  2. Budidaya jamur dapat diusahakan tanpa menggunakan lahan yang luas.
  3. Produk jamur dapat dimanfaatkan untuk menambah gizi atau menu serta dapat menambah pendapatan keluarga.
  4. Kompos bekas media tanam dapat langsung digunakan untuk pupuk  kolam ikan, makanan ikan dan untuk memelihara cacing.
Dari beberapa keuntungan tersebut maka mendasari mengapa blog ini perlu dibuat, yaitu selain mendapatkan materi essensial tentang basidiomycota dan peranannya bagi kehidupan, juga mengajak siswa berpikir kritis menerapkan konsep ke pengalaman langsung tentang manfaat dan keuntungan jamur, sehingga perlu dibudidayakan. Seperti budidaya beberapa jenis jamur yang sudah ada di wilayah Sleman (jamur tiram, jamur merang, jamur kancing, jamur shiitake dll). Dari berbagai jenis jamur tersebut yang paling mudah dan banyak dibudidayakan yaitu jamur tiram. Bahkan di SMA N 6 Yogyakarta juga sudah mengupayakan, namun baru satu jenis saja yaitu Jamur tiram putih.
Gambar 45.  budidaya jamur tiram di SMA N 6 Yogyakarta






2. Basidiomycota yang merugikan    
Tidak semua basidiomycota menguntungkan, ada pula yang merugikan, antara lain :
a.      Puccina graminis atau jamur karat

                                         Sumber :  www.dipbot.unict.it

Jamur ini termasuk Ordo Uredinales (Rust Fungi). Jamur ini tidak mempunyai basidiokarp. Hidup parasit pada rumput, gandum, murbei, dan lain-lain. Miselium jamur ini tidak menelusup jauh dari tempat infeksinya dan membentuk bercak seperti karat, sehingga disebut jamur karat (Indrawati Gandjar & Wellizar S, 2006: 86).
         b.     Ustilago maydis
Sumber : Wikimedia Commons
       Ustilago maydis adalah cendawan penyebab penyakit gosong bengkak pada jagung (corn smut). Cendawan ini merupakan dimorfik, artinya dalam siklus hidupnya dapat terjadi dua bentuk, yaitu membentuk sel khamir dan membentuk miselium. U. maydis umumnya menyerang tongkol jagung dengan masuk ke dalam biji dan menyebabkan pembengkakan serta terbentuknya kelenjar. Pembengkakan akan mengakibatkan kelobot rusak dan kelenjar pecah hingga spora U. maydis dapat menyebar (José Ruiz-Herrera, Alfredo D. Martínez-Espinoza (1998: 149–158).
                
     c.    Amanita muscaria 
Sumber : http://id.wikipedia.org
Jamur ini adalah jamur beracun yang termasuk ke dalam golongan basidiomycota. Jamur ini memiliki warna yang bervariasi, mulai dari merah terang, jingga, kuning, hingga putih. A. muscaria dapat ditemukan di berbagai daerah di seluruh dunia karena jamur ini mampu tumbuh di berbagai suhu, mulai dari suhu dingin seperti di kutub hingga daerah tropis sekalipun. Namun, ciri khas dari jamur ini adalah adanya bercak-bercak putih di bagian kepala. A. muscaria memang terkenal sangat beracun karena dalam 2-3 jam setelah menghirup jamur ini dapat terjadi diare, vertigo, koma, muntah, dan beberapa efek lainnya. Pada bagian tubuh buah dari jamur ini, terdapat senyawa asam ibotenat dan muscimol yang bersifat halusinogen dan psikoaktif. Senyawa tersebut dapat mempercepat mengganggu sistem saraf, denyut jantung, mulut kering dan halusinasi (Thomas J. Volk, 1999).





0 komentar:

Poskan Komentar