Karakteristik Basidiomycota

        Apakah Basidiomycota itu? Basidiomycota merupakan salah satu divisi dari Kingdom fungi (pada sistem 6 kingdom). Namun dalam sistem kingdom yang terbaru yaitu sistem 7 kingdom, fungi masuk pada Kingdom Eumycota. Sistem ini diperkenalkan oleh ahli Cavalier-Smith tahun 1998.
Sistem Tujuh Kingdom :
· Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
· Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
· Kingdom Protista (Protozoa)
· Kingdom Chromista
· Kingdom Eumycota
· Kingdom Eubacteria
· Kingdom Archaebacteria
  
Berdasarkan ciri morfologisnya fungi dikelompokan ke dalam tiga golongan yaitu kapang (moulds/molds), khamir (yeasts) dan cendawan (mushroom). Kapang merupakan kelompok fungi yang membentuk hifa misalnya Rhizopus sp yang berperan pada pembuatan tempe. Khamir kelompok fungi yang memiliki sel vegetatif uniseluler yang sering pula membentuk miselium sejati misalnya Saccharomyces. Kelompok fungi yang telah dibudidayakan dan telah dkonsumsi termasuk kedalam golongan cendawan atau disebut juga sebagai edible mushroom (Gandjar, 2006: 72). 
Jamur/fungi ada yang bersel tunggal (seperti khamir), dan ada pula yang bersel banyak (contohnya cendawan, kapang). Basidiomycota merupakan contoh jamur yang multiseluler (bersel banyak) yang sering dijumpai karena kenampakannya yang mudah terlihat. Masyarakat juga sering menyebutnya sebagai mushroom. Jamur merupakan organisme eukariotik dan tidak berklorofil. Sel jamur memiliki dinding yang mengandung kitin. Karena sifat-sifatnya itu, jamur dikelompokkan pada kingdom tersendiri yaitu kingdom Eumycota.
Pada bab ini akan membahas Basidiomycota yaitu divisi dari fungi, kingdom Eumycota.
Gambar. Filogeni Fungi (Campbell et al, 2003: 188)


Sebelum mempelajari ciri-ciri Basidiomycota coba lakukan studi lapangan dahulu dengan panduan LKS 1. Setelah mengerjakan LKS 1, apa saja yang kalian peroleh dari kegiatan mengidentifikasi bagian-bagian tubuh Basidiomycota tersebut

Basidiomycota mencakup sebagian besar spesies makroskopis yang sering dikenal sebagai mushroom/cendawan sejati, terlihat amat mencolok dan sering kita jumpai, antara lain :

   
 
Coba kalian cermati gambar di atas, adakah diantara kalian yang mengamati jenis jamur-jamur di atas? 
Bagaimana struktur tubuhnya? 
Apa yang dapat kalian simpulkan dari kegiatan mengamati beberapa jamur tersebut?


Terdapat sekitar 25.000 jenis fungi yang meliputi cendawan, fungi rak, puffball, rust , smut , dll. 
Dikelompokan dalam filum Basidiomycota. Nama itu berasal dari basidium (Bahasa Latin yang berarti “alas kaki“) suatu tahapan diploid sementara dalam siklus hidup organisme tersebut. 
Bentuk basidium mirip gada menyebabkan anggota dari fungi tersebut dikenal dengan nama umum fungi gada. 
Basidiomycetes merupakan pengurai penting bagi kayu dan bagian tumbuhan yang lainnya.  (Campbell, 2003: 191-193).
Fungi gada
Fungi Rak
puffball
 Untuk lebih jelasnya mari kita kaji ciri-ciri umum basidiomycota sebagai berikut :
1. Ciri – ciri umum Basidiomycota :
1)      Struktur tubuh




Gambar 1. Gambar skematis struktur tubuh Basidiomycota

Ada pula yang memiliki volva, seperti literatur dibawah ini :
(Widyaka putri,  2011)

      Karakter ciri morfologis yang ada dapat dikembangkan lagi menjadi ciri yang lebih  spesifik dimulai dari bagian tudung jamur sampai bagian dasar tangkai jamur. Dapat dilihat dari literatur berikut (M.Mueller, 2004: 149) :
·   Tudung (pileus), merupakan bagian yang ditopang oleh stipe dan di bagian bawahnya mengandung bilah-bilah. Pada jamur muda, pileus dibungkus oleh selaput (vileum universal) dan menjelang dewasa pembungkus tersebut akan pecah. Macam - macam tipe tudung Basidiomycota antara lain :

  Keterangan :
a.    Cuspidate (berpuncak runcing)
b.    Plane W / slight umbo (sedikit menonjol)
c.    Plane W / flattened umbo (tonjolan rata)
d.    Plane / papillate ( berpapila)
e.    Mammilate / pappilate (berpapila cembung)
f.     Campanulate (berbentuk lonceng)
g.    Convex / hemispheric (cembung / setengah bulat)
h.    Broadly paraboloic (berbentuk parabola)
i.     small paraboloic (parabola kecil)
j.      Conic (berbentuk kerucut)
       k.     Plane (lebar)
l.    Broadly convex (cembung melebar)

Keterangan :



a.    Smooth (halus)
b.    Veluntious (berbulu sangat rapat)
c.    Villose (berbulu panjang)
d.    Minutely / pubescent (berbulu jarang / berbulu rapat)
e.    Radially fibrillose (berfibri)
f.     Tessellated / netted (berbentuk jaring)
g.    Areolate / cracked (berbercak)
h.    Innately scaley / squamulose (berduri)
i.     Squamose scales (bersisik kasar)
j.     Pruinose / granular (berlapis butiran)
k.    Warty / scurfy  (berbutir kasar / berbutir halus)
l.     Rugose / rugulose (berkerut)
m.   Scrobiculate (berlekuk)

     Keterangan :



a.    Translucent striate (bergaris halus)
b.    Sulcate striate (bergaris melengkung)
c.    Plicate striate (bergaris runcing)
d.    With rolled margin (dengan tepi bergulung kedalam)
e.    Undulating (tepi menggulung keluar)
f.     Rimos (tepi terbelah)
g.    Cekung tidak bergaris
       h.    Not striate smooth (halus tidak bergaris)
i.    Tuberculate striate (bergulung keluar dan bergaris)
j.     Umbonate (berlekuk)
k.    Umbilicate (pucuk cekung)
l.     Papilla (berpapila)
m.   Slighty (sedikit berlekuk)
n.   Depressed (tepi berlekuk)
o.    Mod indeted (agak cekung)
p.    Deeplyindented (cekung dalam)
q.    Infudibbuliform  (berbentuk U)
Seperti yang kalian lakukan pada LKS 3, kita amati dari dokumentasi di tempat budidaya jamur sebagai berikut :

Gambar 2. Tudung jamur tiram putih di SMA N 6 Yogyakartap 
(Bentuk :Plane/lebar, permukaan : smooth, tepi tudung : Mod indeted /agak cekung) 
Gambar 3. Tudung jamur shitake di Rumah makan Jejamuran
(Bentuk :Convex / hemispheric /cembung, permukaan :Minutely / pubescent /berbulu jarang, tepi tudung : Depressed /tepi berlekuk)
·  Bilah (lamella/gills), merupakan bagian di bawah tudung berbentuk helaian berbilah-bilah. Macam-macam jenis bilah :
     Keterangan :


a.    Porioid (berpori)
b.    Crisped (beralu)
c.    Intervenose (bergaris melintang)
d.    Anastamosed (bersilangan)
e.    Regular (teratur / tertata)
 f.     Back forked (bercabang dari tepi) 
g.    Margin stipe (bercabang ke tepi)

   

          Keterangan :

a.    Free (tidak menempel)
b.    Adnaxed (menempel)
c.    Adnate (menempel lurus)
d.    Adnate with tooth (menempel dengan tepi bergigi)
e.    Decurrent / Attached toodllar (seperti payung)
f.     Sinuate (menempel dengan pangkal berlekuk)
g.    Arcuate (menempel sampai dasar) 
  Keterangan :
a.    Even (halus)
b.    Serrate (bergigi)
c.    Wavy (bergelombang)
d.    Eroded (terkikis)
e.    Crenate / scalloped (tepi berlekuk - lekuk)
f.     Concolorous (berwarna)
g.    Discolorous / darker (tidak berwarna /gelap)
h.    Discolorous / paler (tidak berwarna / pucat)
 Contoh bilah :
                 


Gambar 4. Jamur tiram putih di SMA N 6 Yogyakarta tampak bagian bawah tudung, terlihat bilah (lamella/gills).
( bilah : regular/teratur, perlekatan bilah: decurrent, tepi bilah:even)
                

Gambar 5. Jamur Shitake di Rumah makan Jejamuran, tampak bagian bawah tudung, terlihat bilah-bilahnya.
( bilah : regular/teratur, perlekatan bilah: decurrent , tepi bilah: eroded)
                
Gambar 6.  Bilah secara mikroskopis
                                     Sumber : Basidium_schematic.svg httpupload.wikimedia.
Untuk mengamati adanya spora pada basidium, kalian dapat melakukan pengamatan dengan panduan LKS 2. Basidiospora ini akan terbang jika tertiup angin/ mengepul seperti asap seperti pada tayangan dibawah ini.
video
                              Sumber : www.youtube.com-Fungus Spore Release.flv
·   Tangkai tubuh buah (stipe) merupakan massa miselium yang sangat kompak dan tumbuh tegak. Macam-macam stipe :
           Keterangan :
 
a.    Equal (berukuran sama dari pangkal sampai ujung)
b.    Solid (kuat / meruncing pada bagian dasar)
c.    Tapered at base at apex (meruncing pada bagian pangkal dan ujung)
d.    Flared (berbentuk obor dengan rongga)
e.    Bulbous base (berdasar bulat)
f.     Clavate (bagian dasar membulat)
g.    Compressed (tidak berbentuk bulat)

           Keterangan :
a.    Central (pusat / tengah)
b.    Eccentric (esentrik)
c.    Lateral (lateral)
d.    Sessil (tepi)
   
Keterangan :
a.    Smooth (halus)
b.    Squamulose (bersisik kasar)
c.    Reticulated (bersisik halus)
d.    Twisted (melingkar)
e.    Fibrillose (berfibril / bergaris halus)
f.     Costate  (berusuk / bergari)
g.    Glandular dotted (kelenjar dan bertitik - titik)
h.    Pruinose (seluruh permukaan berbutir)
i.      Strigose (berduri jarang)
j.      Pubescent  (berbutir kasar)
k.    Minutely (berbutir sangat halus)

Contoh :


Gambar 7. Jamur tiram putih di SMA N 6 Yogyakarta 
(Bentuk : solid , letak :esentrik ,permukaan: bergaris halus )


Gambar 8. Jamur Shitake di Rumah makan Jejamuran
(Bentuk : Bulbous base /berdasar bulat, letak : central , permukaan: strigose )
        
·    Cincin / Annulus, merupakan bagian yang melingkari tangkai yang berbentuk seperti cincin. Macam-macam cincin :
               Keterangan :
                  a.    Single edged membranous (membrane tunggal)
b.    Double edged membranous (membrane gnada)
c.    Upturned (terbalik)
d.    Cortina (berselaput)

.   Volva, merupakan bagian sisa pembungkus yang terdapat pada dasar tangkai. Macam-macam volva :
Keterangan :
a.    Marginate depressed (tepi menggulug kedalam)
b.    Scaly (bersisik)
c.    Napiform (tidak ada selubung tetapi bagian dasar membulat)
d.    Saccate (memiliki kantong)
e.    Concentric ringed (cincin esentrik)
f.     Circumsessile (memiliki sesil melingkar)
g.    Sheathing (terselubung)


Keterangan :


a.    Caespitose (bercabang)
b.    Rhizoids (rhizoid)
c.    Inserted / insititious base (menempel langsung pada dasar)
d.    Strigose (berserabut)
e.    Mycenal pad (menempel langsung tapi berserabut)
f.     Attached to rhiomorph (menempel pada rhizoid)

                                 Gambar 9. Amanita phallolodes 
( dasar tangkai : Saccate /memiliki kantong, volva :Inserted / insititious base menempel langsung pada dasar)
               Sumber : http2.bp.blogspot.com_amanita phallolides.gif 

Sedangkan tubuh buah (basidiokarp) Basidiomycota bermacam-macam, antara lain (Nurhayati, 2007: 177) :
·         Basidiokarp berbentuk seperti piala (Cyatus)
                                    

                           Gambar 10. Cyatus striatus
                             Sumber : Wikipedia, ensiklopedia bebas

·         Basidiokarp berbentuk seperti kuping (Auricula)
                    Gambar 11. Auricularia auricular di Rumah makan Jejamuran 

·     Basidiokarp berbentuk payung dan memiliki pembungkus (Volva)


        
       (a)                                                                 (b)
Gambar 12.  (a) Pleurotus ostreatus, (b) Jamur Kancing
·         Basidiokarp berbentuk seperti kulit mengkilap (Ganoderma)
Gambar 13. Ganoderma lucidum di Rumah makan Jejamuran

Sedangkan pertumbuhan basidiokarp juga ada bermacam-macam, antara lain:

Gambar 14. Berbagai mode pertumbuhan basidiokarp
Sumber : (Alexopoulos, 1964: 505)

2)      Hifa
Gambar 15. Basidiostructur
Sumber : http3.bp.blogspot.com_ basidiostructure.gif

Hifa bersekat melintang, berinti satu (monokariotik) dan dua (dikariotik). Miseliumnya berada pada substrat. Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah yang berbentuk payung atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. Tubuh buah atau basidiokrap merupakan tempat tumbuhnya basidium. Pada bagian ujung basidium akan tumbuh empat basidiospora. (Campbell, 2003: 192). 

3)   Cara Hidup
 
Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.
Cara hidup Basidiomycota yaitu saprofit dengan mengubah susunan zat organik yang mati, misalnya saprofit pada serasah daun, merang padi, batang pohon yang mati, dll.
Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya.
(Campbell, 2003: 192).
Contoh pada batang pohon :

              (a)                                                         (b)
Gambar 16. (a) Auricularia auricular, (b) Pleurotus ostreatus
Sumber : www.wikipedia.com


Contoh pada serasah daun :


Gambar 17. Omphalotus nidiformis

Contoh pada merang :
Gambar 18. Volvariella volvacea
Sumber: http1.bp.blogspot.com.Jamur+Merang.jpg.

3 komentar:

Aan haKim mengatakan...

mkasih buat tulisannya...sngt mmbantu

edupelajaran mengatakan...

Visit my blog
Edukasi Pelajaran Sekolah
Pembahasan Tentang Protista
Sifat Periodik Unsur
Contoh Rekaman Tertulis dalam Tradisi Sejarah
Pembahasan Tentang Jejak Sejarah Indonesia
Jenis-Jenis Kebutuhan
Pembahasan Tentang Sajak
Pembahasan Tentang Berita
Daftar Isi Edukasi Pelajaran Sekolah

Atrilia.GaemGyu mengatakan...

wow lengkap, trimakasih ini sangat membantu ^^

Poskan Komentar