Keanekaragaman Basidiomycota

Setelah mempelajari ciri-ciri umum basidiomycota kalian dapat mengetahui contoh keanekaragaman basidiomycota dengan panduan LKS 3, kemudian lakukanlah kajian literatur klasifikasi basidiomycota sebagai berikut :
                               Gambar 26. Filogeni Fungi (Champbell et al, 2003: 188)

 Klasifikasi Basidiomycota
Sumber: (Alexopoulos, 1964: 505)


            Basidiomycota mencakup ± 25.000 spesies (Champbell et al, 2003: 191). Basidiomycota terdiri dari beberapa kelas, yaitu kelas Urediniomycetes, Ustilaginomycetes, dan satu diantaranya yang akan dibahas adalah kelas Hymenomycetes, ordo Agaricales, family Agaricaceae, yang mencakup jamur-jamur berlamela atau memiliki keeping lipatan berbilah-bilah (Gandjar, 2006: 85). Jamur-jamur yang telah dibudidayakan di wilayah Sleman antara lain jamur merang (Volvariella volvacea), Jamur champignon (Agaricus bitorquis), jamur kayu seperti jamur kuping (Auricularia, sp.), Jamur Shiitake/payung (Lentinus edodes) dan jamur tiram (Pleurotus, sp), dll. 
a.      Jamur tiram 
          Klasifikasi jamur tiram adalah sebagai berikut: 
Kingdom          :Eumycota
Divisi               : Fungi
Subdivisi          : Amastigomycota
Kelas              : Basidiomycetes
Subkelas         : Holobasidiomycetideae 
Ordo               : Agaricales
Familia            : Agaricaceae
Genus             : Pleurotus  
Daya tarik jamur tiram adalah pada warna buahnya yang bervariasi dari beberapa spesies. Jenis-jenis jamur tiram berdasarkan pada warna tubuh buah dan nama setempatnya adalah sebagai berikut (Suriawiria, 2002: 1)   :

        Tabel 3. Jenis-jenis Jamur Tiram
Nama Jenis
Nama Umum atau setempat
Warna Tubuh Buah
Pleurotus citrinopileatus
II-mak, Golden oyster
Kuning terang
Kuning keemasan
P.cystidous
Abalone, Maple oyster
Putih, kemerahan
P. djamor
Tabang ngungut
Takira hiratake
Pink oyster
Flamingo mushroom
Ungu, kemerahan
P. eryngii
King oyster
Kebiruan
P. euosmus
Tarangon oyster
Kecoklatan
P. flabellatus
Red oyster
Merah jambu
P. floridae
White oyster
Putih bersih
P. ostreatus
Tree oyster
Tamogitake
Hiratake
Straw mushroom
Supa liat

Putih, putih kekuningan, putih keabuan
P. pulmonarius
Indian oyster
Dhingri
Phoenix mushroom
Putih keabu-abuan
Abu-abu
P. sajor-caju
Kulat pohon
Jamur tiram
Kelabu
      
  Sedangkan jamur tiram yang banyak dikenal oleh petani jamur Indonesia antara lain : Tiram putih (Pleurotus ostreatus), jenis ini memiliki tangkai yang bercabang dan tudung bulat dengan diameter 3-15 cm. Tiram abu-abu (Pleurotus cystidius), jenis jamur ini tangkainya tidak bercabang, tudung bulat dengan diameter lebih kecil dibandingkan dengan tiram putih. Tiram abu-abu keunggulannya mempunyai rasa manis. Tiram raja (Pleurotus umbellatus), atau King oyster bercabang, tudung besar berwarna kecoklat-coklatan dan pecah-pecah bagian pinggirnya (Isnawan dkk, 2005).
Perhatikan contoh budidaya jamur tiram berikut ini!

Gambar 27. Budidaya jamur Tiram putih (Pleurotus ostreatus) di Rumah makan Jejamuran
Gambar 28.  Budidaya Jamur tiram merah muda di Rumah makan Jejamuran

               Gambar 29.  Budidaya jamur tiram kuning di Rumah makan Jejamuran

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) :
    (a)                                                                (b)
Gambar 31. Jamur tiram putih (a) tampak atas dan (b) tampak bawah.
Sumber : Budidaya jamur SMA N 6 Yogyakarta
Jamur tiram putih bersih (P. florida dan P.ostreatus) memiliki tudung berwarna putih susu atau putih kekuning-kuningan dengan garis tengah 3-14 cm (Djarijah, 2001: 12). 
Perbedaan antara jamur tiram florida dan tiram ostern bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
                                          (a)                                           (b)
 Gambar 32. (a) Tiram florida dan (b) Tiram oestern
     Sumber : Budidaya jamur SMA N 6 Yogyakarta 

Coba kalian cermati, apa saja yang membedakan antara jamur tiram florida dan tiram ostern??
Nah, setelah kalian cermati, bukan warnanya saja yang beda, tapi strukturnya juga berbeda. Jamur tiram florida tudungnya cenderung membentuk payung dan melebar, dan ukuran batang tidak besar. Sedangkan Tiram ostern tudungnya menguncup ke atas dan tidak melebar, sedangkan ukuran batang besar dan kokoh, ada yang menyebutnya seperti terompet.


 Bahkan di Rumah makan Jejamuran / Volva Indonesia (Niron, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta volva_indonesia@yahoo.com / www.volvaindonesia.co.id ) sudah dibudidayakan berbagai jenis jamur tiram (jamur tiram putih, jamur tiram kuning, jamur tiram cokelat, jamur tiram biru, dan jamur tiram pink). Antara lain :
·     Jamur Tiram Kuning (Pleurotus citrinopileatus)
Gambar 33. Pleurotus citrinopileatus
Sumber : RM. Jejamuran
Tubuh buah dari P. citrinopileatus tumbuh kuning cerah tekstur permukaan kering. Tudung berkisar 2-6,5 cm, daging tipis dan putih, dengan rasa yang ringan dan tanpa bau yang kuat. Batang silindris, berwarna putih, sering melengkung atau bengkok, dan sekitar 2-5 cm (0,79-2,0) panjang dan 2-8 milimeter. Bilah berwarna putih di  bawah batang. Spora dari jamur tiram kuning adalah silinder atau berbentuk elips, halus, hialin, amiloid, dan ukuran (6-9) x (2-3,5) micron (Ohira, 1990: 143-150).
Sekarang coba cermati jamur tiram pink, cokelat, biru dan abu-abu dari Rumah makan Jejamuran berikut ini, cermati dan analisis perbadaan morfologinya!
·    Jamur Tiram Pink /  Merah muda (Pleurotus flabellatus)
Gambar 34.  Pleurotus flabellatus
Sumber : RM. Jejamuran
·    Jamur tiram Cokelat (Pleurotus cystidiosus)
Gambar 35. Pleurotus cystidiosus
Sumber : RM. Jejamuran
 ·    Jamur Tiram biru (Pleurotus eryngii)
Gambar 36. Pleurotus eryngii
Sumber : RM. Jejamuran
  ·    Tiram Abu-abu (Pleurotus sarjo caju)
Gambar 37. Pleurotus sarjo caju
Sumber : RM. Jejamuran



           Selain berbagai jenis jamur tiram tersebut, ada juga jamur jenis lain yang dapat di temukan di Rumah makan Jejamuran, antara lain :
a.   Jamur Merang (Volvariella volvacea)
Jamur merang biasanya tumbuh pada media tangkai padi/jerami atau merang, sehingga dikenal dengan jamur merang. Jamur merang ada dua jenis yaitu jamur merang hitam dan jamur merang putih. Jamur merang hitam memiliki ciri-ciri kulit tipis dan berwarna hitam. Jenis ini biasanya tumbuh pada suhu sekitar 28 sampai 30 °C. Sedangkan untuk jamur merang putih memiliki ciri-ciri berwarna putih bersih da berkulit tebal, dapat hidup pada suhu 31 sampai 33 °C. Secara umum, jamur merang memiliki cawan atau yang disebut volva cawan tersebut berwarna coklat muda dan berfungsi sebagai pembungkus tubuh ketika masih pada stadium telur (AnneAhira.com, 2011: 1)


Kingdom  : Fungi
                 Filum       : Basidiomycota
Kelas       : Agaricomycetes
Ordo        : Agaricales
Family     :  Pluteaceae
Genus      : Volvariella
Spesies   : Volvariella volvacea
(Gembong, 2005: 59)
Berikut ini contoh jamur merang hitam dan jamur merang putih :

1) Jamur Merang Hitam
Gambar 38. Jamur merang hitam
    2)      Jamur Merang Putih
Gambar 39. Jamur merang putih

b.  Jamur Kuping (Auricularia auricular)
Gambar 40. Budidaya Jamur Kuping di Rumah makan Jejamuran
Kingdom  : Fungi
Filum       : Basidiomycota
Kelas       : Phragmobasidiomycetes
Ordo        : Auriculariales
Family     : Auriculaceae
Genus      : Auricularia
Spesies    : Auricularia auricular
(Gembong, 2005: 79)
Berdasarkan pengamatan, jamur ini hidup pada kayu-kayu atau bagian tumbuhan yang telah lapuk. Tubuh buahnya berwarna, terdiri dari jamur kuping putih (Tremella fuciformis), jamur kuping hitam (Auricularia polytricha) dan jamur kuping merah (Auricularia auricula-judae).

Gambar 41. jamur kuping hitam (Auricularia polytricha)
Jamur Kuping dikenal juga sebagai black jelly jamur merupakan jamur kayu yang tumbuh pada substrat kayu. Jamur kuping tersebut memiliki tekstur buah yang kenyal. Dapat berwarna kecokelatan kekuningan sampai coklat kemerah – merahan. Dalam keadaan segar jamur tersebut kenyal dan memiliki permukaan yang berbulu, namun dalam keadaa kering tubuh buahnya menjadi keras. Diameter badan buahnya antara 3 – 11 cm namun tidak menutup kemungkinan diameter badan buahnya melebihi ukuran tersebut. Jamur ini banyak tumbuh liar bergerombol menempel pada pohon-pohon yang sudah mati, pohon tumbang, atau bahkan tumpukan kayu ,atau tiang-tiang pagar sekitar rumah.

  c. Jamur Kancing/Champignon (Agaricus bisporus)
Gambar 42. Agaricus bisporus




Kingdom  : Fungi
Filum       : Basidiomycota
Kelas       : Agaricomycetes
Ordo        : Agaricales
Family     : Agaricaceae
Genus      : Agaricus
Spesies    : Agaricus bisporus
(Gembong, 2005: 59)




    Jamur kancing (Agaricus bisporus), jamur kompos atau champignon adalah jamur pangan yang berbentuk hampir bulat seperti kancing dan berwarna putih bersih, krem, atau coklat muda. Jamur kancing dipanen sewaktu masih berdiameter 2-4 cm. Tubuh buah dewasa dengan payung yang sudah mekar mempunyai diameter sampai 20 cm (Kuo, M. , 2004).


d.  Jamur Ling zhi (Ganoderma lucidum)

Gambar 43. Budidaya jamur Ling zhi Rumah makan Jejamuran
Kingdom : Fungi
Filum       : Basidiomycota
Kelas       : Hymenomycetes
Ordo        : Aphyllophorales
Family     : Ganodermataceae
Genus      : Ganoderma
Spesies   : Ganoderma lucidum
(Gembong, 2005: 54)
Ada pula yang menyebut cendawan merah. Badan buahnya berbentuk setengah lingkaran menyerupai kipas, besar dan keras, permukaannya licin dan mengkilat. Hidup pada kayu-kayu yang telah lapuk.
Jenis jamur ini memiliki tangkai yang menancap ke dalam media atau substrat dengan ukuran panjang antara 3-10 cm. Di ujung tangkai terdapat tubuh buah berbentuk seperti setengah lingkaran yang melebar dengan garis tengah antara 10-20 cm. Tubuh buah mula-mula berwarna kekuning-kuningan saat masih muda, yaitu pada umur 1-2 bulan, kemudian berubah menjadi merah atau cokelat tua. Tubuh buah inilah yang kemudian dipanen untuk dijadikan bahan baku pembuat obat-obatan, termasuk jamu.

e.   Jamur Shiitake (Lentinula edodes)

Gambar 44. Budidaya jamur Shitake di Rumah makan Jejamuran


Kingdom  : Fungi
Filum       : Basidiomycota
Kelas       : Holobasidiomycetes
Ordo        : Agaricales
Family     : Lentiaceae
Genus     : Lentinus
Spesies   : Lentinus edodes
(Gembong, 2005: 62)

Jamur shitake (Lentinus edodes) merupakan jamur yang bertudung kecokelatan hingga cokelat gelapdengan bagian bawah yang lebih terang. Kadang berwarna merah kecokelatan dengan bintik-bintik putih di bagian atasnya. Diameter tudung berdasarkan pengamatan yang dilakukan antara 2,5 - 4 cm tetapi bisa melebihi ukuran tersebut dan memiliki tebal antara 2-6 cm. Tangkai berwarna putih kekuningan dan panjang 2-6 cm. Jamur ini hidup individu (tidak bergerombol) pada media tumbuhnya.








0 komentar:

Poskan Komentar